KOTAGEDE, Menilik Sejarah Kerajaan Mataram di Tengah Pesatnya Kota Jogja

Kotagede Yogyakarta | Ditengah ramai dan majunya kota Jogja, terselip tentang sejarah dan megahnya kerajaan Mataram. Siapa sangka kalau dulunya kotagede ini menjadi cikal bakal sejarah lahirnya Mataram Islam.

Pada awalnya, menurut Babad Ta­nah Jawi, Kotagede didirikan oleh Ki Ageng Pemanahan di daerah hutan Menthaok, sebagai hadiah dari Sultan Hadiwijaya (raja Pa­jang), karena keberhasilannya ber­sama Ki Penjawi dan dibantu oleh Sutawijaya (anak Ki Ageng Pema­nahan) mengalahkan musuh Pa­jang yaitu Arya Penangsang seba­gai Adipati Jipang.

Setelah Ki Ageng Pemanahan wafat kepemimpinan digantikan oleh Senopati Ingalaga yang tak lain adalah putranya. Dibawah kepemimpinannya daerahnya ini berkembang sangat pesat sehingga menjadi daerah yang sangat ramai dan makmur yang menjadikan daerah ini disebut Kota Gede (Kota Besar).

Kotagede merupakan daerah budaya dengan banyaknya peninggalan sejarah dari arsitektur bangunan dan sosial budayanya yang menjadikan kawasan ini menjadi wisata religi, sejarah, arsitektur dan ekonomi.

dan ini beberapa warisan yang tersisa dari kemegahan Kerajaan Mataram, selain menarik tempat-tempat ini gratis untuk dikunjungi.

  • Pasar Kotagede

Pasar tradisional tertua di Jogja ini telah ada sejak zaman kerajaan, dan masih tetap aktif hingga sekarang.

Nah, buat kamu yang pengen cari jajanan pasar disini banyak banget, puas milihnya dan harganya murah-murah banget. Pasar tradisional ini bisa jadi starting point-nya untuk menulusuri Kotagede.

sumber foto : kompas

 

  • Masjid Tertua di Yogyakarta

Masjid ini menjadi satu-satunya masjid tertua yang ada di kota Jogja yang masih digunakan sampai sekarang, dengan gapura yang bercampur corak Hindu, Jawa dan Islam dan dikelilingi oleh tembok tinggi.

  • Makam-makam Raja

Makam-makam Raja berada di sisi kiri Masjid, dikompleks ini juga dikelilingi oleh tembok tinggi yang kokoh dan gapura dengan teknik ukir yang indah. Oiya untuk masuk ke dalam area makam ini pengunjung diharuskan menggunakan busana adat jawa yang sudah disediakan untuk disewa. Selain itu untuk mengunjungi makam ini ada hari-hari tertentu dan saat bulan ramadhan ditutup.

Buat info tentang makam ini kalian bisa tanya-tanya ke abdi dalem yang berjaga disana dengan pakaian adat jawanya.

  • Sendhang Selirang

Sendhang Seliran ini tepat ada disebelah kirinya area makam raja, sendhang tersebut dibagi menjadi 2 yaitu sendhang kakung dan sendhang putri. Air di sendhang ini dipercaya memiliki khasiat tertentu seperti membuat awet muda dan ada juga yang membawa pulang air sendang untuk pengobatan. Kamu mau coba?

  • Kampung Alun-alun ( Rumah tradisional Kotagede)

Kampung ini berada sekitar 50 meter dari parkiran masjid dan sudah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah, wilayah ini dikenal dengan sebutan “Between Two Gates” yang berarti Diantara Dua Gerbang. Gapura yang lumayan kecil berada di kiri jalan dan terlihat lorong sepi dan berjajar rumah-rumah tradisional yang apik dan kerennya rumah-rumah disini masih terjaga dengan baik dan digunakan sebagai tempat tinggal.

 

Selain beberapa warisan kerajaan Mataram yang sudah aku sebutin diatas, ada lagi nih tempat yang bisa kalian datangi, tempatnya ini hits banget sama anak-anak instagram, apalagi kalau bukan “Tembok Ijo”. Tempat ini berada disebelah kanan Masjid Kotagede. Tembok ini sebenarnya sama dengan tembok-tembok pada umumnya tapi yang membuat menarik adalah merambatnya pohon-pohon disana dan penampilan pintu dan gerbangnya yang akan membuat fotomu menarik dan terlihat vintage. Tempat ini selalu ramai dikunjungi loh sama anak-anak muda buat foto ootd atau hanya sekedar selfie.

Dan disudut jalan dari “Tembok Ijo” dan gapura Masjid ada rumah tradisional yang bagus banget buat foto.

Nah.. itu dia tempat-tempat yang bisa kalian kunjungi waktu ke Kotagede.  Menarik kan?

Selamat berlibur !

 

 

 

2 Replies to “KOTAGEDE, Menilik Sejarah Kerajaan Mataram di Tengah Pesatnya Kota Jogja”

  1. gapura makam raja nya, dan relief reliefnya betul betul khas jogja sekali , trip ke jogja selanjutnya harus berkunjung kesini, nice post mba!

    1. Terima kasih sudah mampir.

Leave a Reply