Pasar Papringan Temanggung, Uniknya Pasar di Hutan Bambu

Pasar Papringan | Selain Embung Kledung yang jadi tempat favorit ku waktu pulang ke Temanggung, kini ada juga wisata yang bikin aku bangga jadi orang Temanggung. Wisata itu bernama Pasar Papringan, pasti kalian bingung ya kok pasar bisa jadi tempat wisata? apa bedanya dengan pasar-pasar yang lain??

Hehehe,,, jadi gini guys, Kenapa pasar ini beda? karena Pasar ini berada di Hutan Pring (Hutan bambu) dan bukanya pun tidak setiap hari, melainkan hanya buka setiap hari minggu Wage dan minggu Pon saja atau kalau orang jawa bilangnya selapan dino ping pindo.  Pasar Pring ini mengusung konsep jadul atau semacam pasar di zamannya kerajaan Mataram, jadi kalian bisa berbelanja sambil rekresi.

dan ini dia Info yang akan aku bagi kekalian tentang Pasar Papringan.

  1. Lokasi Pasar Papringan dan Jam buka-tutupnya

Pasar Papringan ini terletak di Dusun Ngadiprono, Ngadimulyo Kedu sekitar 11 KM atau setengah jam dari pusat kota temanggung (bisa disearch di google maps).

Buka setiap hari minggu wage dan minggu pon jam 06.00 WIB – 12.00 WIB, karena bukanya tidak setiap hari jadi ketika pasar ini buka selalu sesak sama pengunjung.

” Tips buat kalian yang mau ke pasar papringan sebaiknya datang sekitar jam 6 – 8 karena sekitar jam 9 – 10 sudah penuh dan banyak jajanan yang hampir habis”

  1. Pakai Mata Uang Bambu

Transaksi di pasar ini menggunakan kepingan bambu, nah uniknya disini kalian harus menukarkan uang kalian dengan 1 keping bambu senilai Rp 2.000,- dan kepingan bambu ini tidak bisa ditukarkan kembali ke rupiah tapi bisa kalian pakai digelaran pasar pring berikutnya.

  1. Jajanan Pasar Ndeso

Ada banyak sekali makanan yang dijajakan di Pasar Pring ini, mulai dari keripik, jajanan ndeso, dawet sampai makanan berat pun ada dan hasil panen warga sekitar serta hasil kerajinannya, pokoknya lengkap deh dan harganya pun bersahabat gak bikin kantong bolong, disini kalian juga bisa menemukan makanan ndeso yang udah jarang kalian temui atau bisa jadi disinilah kalian menemui jajanan pasar yang sebelumnya kalian gak tau. Selain makanannya yang sehat (Tanpa MSG), tempat makanannya juga pakai bahan-bahan yang ramah lingkungan kaya batok (mangkok kelapa) dan daun pisang.

  1. Tempat bersih dan Instagramable

Nah buat teman-teman yang seneng hunting foto atau penggila selfie, tempat ini cocok banget buat kalian karena banyak spot foto dan karena tempatnya di hutan jadi pemandangan bagus, mau foto dari angle manapun akan tetap keren. Selain tempatnya yang unik pasar ini juga bersih karena disini tidak ada sampah plastik.

  1. Tempat bermain yang mengedukasi.

Selain jajanan pasarnya yang enak disinipun ada banyak tempat bermain, bukan hanya untuk anak-anak yaa tapi orang dewasapun juga bisa. semua mainan yang ada disana terbuat dari bambu. Ada jungkat-jungkit, Ayunan, Egrang (nah aku nyoba yang ini gagal terus 😥 ) perpustakaan kecil, Pertunjukan kesenian daerah Temanggung dan banyak lagi.

Nah itu dia beberapa info yang bisa aku bagi ke kalian, sebenarnya ini kali pertama aku datang ke tempat ini dan rencana besok pengen dateng lagi buat nyicipin makanan yang lain  :-D. Adakah yang mau ikut?  😆

 

One Reply to “Pasar Papringan Temanggung, Uniknya Pasar di Hutan Bambu”

  1. Unik dan kreatif, penggagasnya pasti orang cerdas! Kalo boleh tahu sejarah atau ceritanya bagaimana neh? Mungkin bisa dibagikan juga 🙂

Leave a Reply